kaum intelektual dan indeterminisme, sosialisme, idealisme

Kamis, 04 Juni 2015

Malam

malam peluk aku, gulunglah, lilitlah, jepit aku dlm pekat gulitamu sampai aku tak mampu melihat diriku sendiri sampai kau menyerahkanku kepada sang pajar cahaya

Diposting oleh Unknown di 09.09
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2017 (1)
    • ►  September (1)
  • ►  2016 (12)
    • ►  September (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (6)
    • ►  Februari (2)
    • ►  Januari (1)
  • ▼  2015 (70)
    • ►  Desember (5)
    • ►  Oktober (1)
    • ▼  Juni (16)
      • Relatif
      • Berfikir positif
      • Mukodimah
      • Berpikir
      • sang Pemberani
      • Untuk idaman
      • Pos
      • Busana
      • Bangga
      • Posisi menentukan prestasi
      • Ketahuilah nak
      • Asap dan gula
      • Jaman
      • Malam
      • Berfungsilah layaknya manusia
      • Sastra
    • ►  Mei (11)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (17)
Tema Perjalanan. Diberdayakan oleh Blogger.