Selalu terngiang didalam pikiranku wahai gus dur guru bangsa.
Atas dasar negara indonesia aku bicara,
Dan atas dasar penguasa aku negara aku melihat,
Dan atas dasar penindasan aku mendengar,
Awal aku sejak kecil bermimpi bagai mana caranya aku kelak besar hidup dalam kasih sayang penuh ketenangan dan keharmonisan.
Tapi itu jauh dari harapanku waktu mimpiku saat aku kecil,
Aku memang seorang anak yang tersingkirkan jauh dari kesenangan tapi aku slalu mati-matian menemukan kebahagiaan,
Inilah alasan kenapa aku terus memanjat, berlari dan menghujat kepada aparat yang selalu berhajat dan memperlihatkan pantat pada masyarakat,
Wahai gus dur aku bertanya negara apakah ini, negara yang slalu bermain dalam kebodohan, kekuasaan, penindasan dan ketidak adilan sehingga salah satu dari rakyatmu merasa sangat di rugikan, wahai gus dur aku dulu kecil berharap ingin cepat dewasa agar aku bisa menikmati hidup layaknya seorang pahlawan, tapi kini aku menyesal karna tanpa aku sadari negri ini jauh dari perdamaian,
Ini sungguh sangat mengerikan, menggelikan hingga orang-orang susah untuk makan masih bisa mentertawakan para pahlawan, pahlawan yang sering memakan uang rakyat dan haus dengan kekuasaan,
Pa gus dur tolong jelaskan ini semua keadaan negri ini apakah ini bagian dari konspirasi yang rakus terhadap nasi.
Pa gus pada jaman mu kou slalu dihina, dicaci, dimaki "kata mereka bapa buta"
Tapi bapa yang mengajariku untuk melihat bagai mana kondisi negri ini yang penuh dengan perputaran uang jabatan yang mengakibatkan saling memperkosa satu sama lain, saling membunuh, saling memfitnah, saling mendorong pada lubang yang dicampuri kotoran binatang, saling lempar dengan pakaiannya sendiri sehingga dia telanjang, saling menusuk pantat sehingga lebam karna telunjuk temannya sendiri.
Pa gus mereka menghinamu "katanya tidak bisa berjalan sendiri'' tapi bapak yang mengajariku untuk berdiri di tengah kekacauan negri ini. Pa gus biarlah aku yang akan meneruskan perjalanan mu dulu. Dari rakyatmu aku...
Jumat, 13 Maret 2015
Aku bersama gus dur
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar